SINTANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang, Yasser Arafat, menyoroti pentingnya ketersediaan jaringan internet yang stabil di seluruh desa di wilayahnya. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa meskipun sebagian besar desa di Kabupaten Sintang kini sudah memiliki akses internet yang cukup lancar, masih terdapat beberapa desa yang mengalami kendala jaringan.
“Sekarang ini sudah banyak desa yang jaringannya lancar, tapi memang masih ada beberapa desa yang belum lancar. Untuk desa-desa tersebut, kami mendorong agar mereka bisa bekerja sama dengan penyedia layanan internet alternatif, salah satunya Starlink,” ujar Yasser saat diwawancarai di kantor DPMPD Sintang, Kamis (23/5).
Yasser menjelaskan bahwa Starlink, layanan internet berbasis satelit milik perusahaan SpaceX, kini telah banyak digunakan oleh desa-desa di Kabupaten Sintang sebagai solusi atas keterbatasan jaringan konvensional. Menurutnya, biaya berlangganan Starlink terjangkau dan dapat diakomodasi melalui Dana Desa.
“Starlink ini murah meriah. Biayanya sekitar Rp20 juta per tahun dan itu bisa dibebankan ke Dana Desa. Jadi tidak perlu khawatir soal pembiayaan, karena penggunaan Dana Desa untuk ini dibolehkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan Starlink di desa-desa sudah mendapatkan dukungan dan prioritas dari pemerintah pusat. Hal ini sejalan dengan surat edaran Menteri Keuangan dan Menteri Desa, yang menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan desa.
“Penggunaan Starlink sudah dibolehkan dan bahkan jadi prioritas, karena sesuai dengan arahan pusat bahwa desa-desa ini ke depan akan menjadi Desa Digital. Semua laporan, pertanggungjawaban kerja, hingga transaksi-transaksi keuangan akan dilakukan secara digital atau non tunai. Maka desa harus siap sejak sekarang,” tegas Yasser.
Menurutnya, transformasi menuju Desa Digital tidak bisa ditawar lagi, mengingat arah kebijakan nasional yang menuntut efisiensi dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Internet yang stabil menjadi pondasi utama agar sistem administrasi dan keuangan desa bisa berjalan dengan baik.
Untuk pengadaan layanan internet seperti Starlink, Yasser menyebutkan bahwa desa dapat membelinya melalui berbagai saluran, baik melalui toko elektronik, Telkom, maupun bekerja sama langsung dengan penyedia jasa internet swasta.
“Tidak ada kesulitan untuk mendapatkan perangkatnya. Bisa dibeli langsung di toko-toko, atau melalui kerja sama dengan pihak Telkom dan penyedia jaringan lainnya. Yang penting ada inisiatif dan komitmen dari desa untuk berbenah,” jelasnya.
Dengan adanya dukungan ini, Yasser berharap tidak ada lagi desa di Sintang yang tertinggal dalam hal akses informasi dan teknologi. “Kita ingin semua desa maju bersama. Jangan sampai ada yang tertinggal hanya karena masalah internet. Ini era digital, dan kita harus siap menjemput perubahan itu,” pungkasnya.
Langkah ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mendukung visi nasional untuk menciptakan desa-desa yang cerdas, mandiri, dan melek digital, demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien dan transparan. (Red)

