Pembentukan Kopdes Merah Putih di Ketunggau Hulu

Posted by : seputari Mei 29, 2025

SINTANG – Kegiatan Sosialisasi Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Ketunggau Hulu, Kabupaten Sintang, telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa (Kades) dari seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Ketunggau Hulu. Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia yang mengamanatkan pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh desa sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa.

Instruksi Presiden tersebut menekankan pentingnya peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Melalui pembentukan Kopdes Merah Putih, pemerintah berharap masyarakat desa dapat memiliki wadah yang kuat dalam mengelola potensi ekonomi lokal, memperkuat solidaritas sosial, dan memperluas akses terhadap berbagai sumber daya pembangunan.

Salah satu kepala desa yang hadir dalam kegiatan ini, Dedi Sumitro dari Desa Suak Medang, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar Musyawarah Desa (Musdes) pada Sabtu, 31 Mei 2025 mendatang, sebagai langkah awal pembentukan Kopdes Merah Putih di desanya.

“Kami saat ini sedang mempersiapkan data-data pendukung yang berkaitan dengan Indeks Desa Membangun (IDM), termasuk kesiapan anggaran, perkembangan dan pembangunan desa, serta data jumlah penduduk. Ini semua diperlukan agar proses pembentukan koperasi dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan,” ujar Dedi.

Namun demikian, Dedi tidak menampik adanya sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah minimnya minat masyarakat untuk menjadi pengurus koperasi karena ketiadaan honorarium. “Masyarakat kita rata-rata sudah bekerja di sektor perkebunan sawit. Penghasilan mereka jelas dan pasti setiap hari. Kalau disuruh mengurus koperasi tanpa bayaran, mereka pasti berpikir ulang,” keluhnya.

Selain itu, tantangan sosial juga menjadi hambatan tersendiri. Dedi mencontohkan, dalam masyarakat sering kali terdapat dinamika hubungan personal yang bisa memengaruhi kerja sama. “Kalau kita tunjuk si A jadi pengurus, tapi si B tidak cocok, si B bisa tidak mau ikut terlibat. Ini yang membuat proses mencari pengurus jadi sulit,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa koperasi desa bisa menjadi pesaing bagi usaha masyarakat yang sudah berjalan, seperti penjualan gas elpiji tiga kilogram. “Kalau koperasi juga buka usaha elpiji, nanti bisa ribut dengan warung-warung yang sudah jualan duluan. Kami tidak ingin koperasi justru mematikan ekonomi yang sudah ada,” jelas Dedi.

Meski masih terdapat keraguan dan tantangan, Dedi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melaksanakan Musdes dan siap mendukung program pemerintah pusat. Ia berharap ada pendampingan lebih lanjut dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten dalam proses ini.

“Kami sangat berharap nanti pada saat Musyawarah Desa tanggal 31 Mei nanti, Plt Camat atau perwakilan dari pihak kecamatan bisa hadir dan membantu menjelaskan kepada masyarakat. Sebab kalau tidak ada honor untuk pengurus, ini harus dijelaskan secara gamblang agar masyarakat paham dan tetap mau terlibat,” pungkasnya.

Sosialisasi Kopdes Merah Putih di Ketunggau Hulu ini menjadi langkah awal yang penting, namun juga menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan realistis dalam pelaksanaan kebijakan. Peran aktif pemerintah daerah dan komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. (Red)

RELATED POSTS
FOLLOW US