Upaya memperkuat konektivitas dan pemerataan akses teknologi informasi di wilayah perdesaan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang. Pada Jumat (21/11/2025), Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi Informatika dan E-Government pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Risnandi, menghadiri Rapat Pemutakhiran Data Status Kelistrikan dan Berjaringan Internet dalam Wilayah Perdesaan di Kabupaten Sintang. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat BAR Lantai 2 Bappeda Sintang dan melibatkan berbagai instansi terkait.
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi penting untuk mengidentifikasi kondisi terkini kelistrikan dan akses internet di desa-desa di Kabupaten Sintang, terutama wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan atau belum mendapatkan layanan yang memadai. Rapat diikuti oleh perwakilan Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), PLN, provider internet, serta sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Dalam kesempatan tersebut, Risnandi menjelaskan bahwa ketersediaan data yang akurat dan diperbarui secara berkala adalah fondasi utama dalam merencanakan kebijakan transformasi digital di daerah.
“Kami perlu data yang benar-benar terbaru, baik terkait status kelistrikan maupun cakupan jaringan internet desa. Data ini akan menjadi dasar bagi Kominfo Sintang untuk menentukan prioritas intervensi, merancang perluasan jaringan, dan mengusulkan program pemerintah pusat yang relevan,” ujar Risnandi saat menyampaikan pandangannya dalam rapat.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi membutuhkan respon cepat dari pemerintah daerah. Tanpa data yang valid, intervensi pembangunan digital sulit diarahkan secara tepat, terutama pada desa yang masih masuk kategori blank spot atau memiliki akses internet yang tidak stabil.
Dalam rapat tersebut, tim teknis memaparkan kondisi terbaru kelistrikan dan jaringan internet di beberapa kecamatan seperti Serawai, Ambalau, Ketungau Hulu, dan daerah pedalaman lainnya. Sejumlah desa dilaporkan masih mengalami hambatan pasokan listrik akibat jaringan yang terbatas atau belum terbangun, sehingga berdampak pada akses internet dan layanan publik berbasis digital.
Risnandi menegaskan bahwa Kominfo Sintang berkomitmen mempercepat pemerataan akses digital. Program perluasan jaringan internet desa, kolaborasi dengan provider, serta penyediaan titik akses Wi-Fi publik merupakan beberapa langkah yang akan terus diperkuat pada tahun 2026.
“Kami ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya dinikmati masyarakat kota. Masyarakat desa harus memiliki akses yang sama terhadap informasi, pendidikan digital, layanan pemerintahan berbasis daring, hingga peluang ekonomi digital,” tambahnya.
Rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya penyelarasan data kelistrikan dan jaringan dari perangkat desa, percepatan koordinasi dengan PLN untuk desa yang belum berlistrik, serta pemetaan desa prioritas yang membutuhkan penanganan cepat terkait akses internet.
Bappeda Sintang menegaskan bahwa data hasil pemutakhiran ini akan dimasukkan ke dalam rencana kerja pembangunan daerah sebagai bagian dari strategi memperluas layanan dasar dan infrastruktur digital di Kabupaten Sintang.
Pertemuan ditutup dengan pemaparan tindak lanjut lintas instansi dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kelistrikan dan internet yang merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan.

