Pemerintah Desa Penyak Lalang terus mendorong tumbuhnya peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Diskusi Potensi Bisnis Pengembangan Ayam Petelur yang digelar di Aula Kantor Desa Penyak Lalang pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan CU Keling Kumang sebagai narasumber utama dan diikuti oleh warga, kelompok usaha, serta unsur pemerintahan desa.
Kepala Desa Penyak Lalang, Gregorius Akon, turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian diskusi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sektor peternakan, khususnya ayam petelur, memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Desa kita memiliki potensi yang sangat kuat di sektor pertanian dan peternakan. Melalui diskusi ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat tentang peluang bisnis ayam petelur yang relatif stabil, mudah dikelola, dan memiliki permintaan pasar yang terus meningkat,” ujar Gregorius Akon dalam keterangannya.
CU Keling Kumang, sebagai lembaga keuangan dan pemberdayaan masyarakat yang telah banyak mendampingi usaha mikro dan kecil di Kalimantan Barat, memaparkan berbagai aspek penting dalam memulai dan mengembangkan usaha ayam petelur. Mulai dari kebutuhan modal, manajemen pakan, tata kelola kandang, analisis keuntungan, hingga akses permodalan yang dapat difasilitasi oleh CU.
Tim pemateri dari CU Keling Kumang menekankan bahwa usaha ayam petelur termasuk kategori usaha yang dapat berjalan secara berkelanjutan jika manajemennya dilakukan dengan baik. Mereka juga menjelaskan peluang kerja sama antara kelompok usaha di desa dengan jaringan pemasaran CU dan mitra lainnya.
“Yang penting adalah konsistensi, manajemen pakan yang tepat, dan pencatatan keuangan yang tertib. Kami siap mendampingi masyarakat yang ingin memulai usaha ini,” kata salah satu pemateri dalam sesi presentasi.
Diskusi berjalan interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar biaya investasi awal, risiko penyakit ternak, strategi pemasaran telur, serta peluang pembentukan kelompok usaha bersama agar lebih mudah mendapatkan dukungan modal.
Kepala Desa Penyak Lalang menyambut baik antusiasme warga dan menyampaikan bahwa pemerintah desa siap memfasilitasi tindak lanjut dari kegiatan ini. Ia berharap akan muncul kelompok usaha baru yang fokus pada peternakan ayam petelur sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga di Penyak Lalang.
“Kami ingin masyarakat berani memulai usaha. Dengan pengetahuan dan pendampingan yang tepat, usaha seperti ayam petelur dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Gregorius.
Diskusi diakhiri dengan rencana pemetaan calon kelompok usaha dan penjajakan program pendampingan lanjutan dari CU Keling Kumang. Pemerintah Desa juga menyiapkan agenda lanjutan untuk memperkuat kapasitas warga dalam pengelolaan usaha produktif.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata Desa Penyak Lalang dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan berbasis desa.

