Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir yang diwakili oleh Bedoy Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus desk operator Website Bangda yang digelar dalam rangka memperkuat Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang pada Rabu, 19 November 2025, dan diikuti oleh seluruh kecamatan serta perangkat daerah terkait yang menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Selly Gathie menjabat sebagai Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera di Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan isu prioritas nasional sekaligus daerah yang harus ditangani secara kolaboratif dan berbasis data. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan kapasitas operator Website Bangda sangat penting untuk memastikan pelaporan data aksi konvergensi berjalan akurat, tepat waktu, dan sesuai standar yang telah ditetapkan. “Keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada kualitas data. Karena itu, operator di tingkat kecamatan memiliki peran strategis,” ujar Selly Gathie
Bedoy Kasi Kesra Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan pelatihan mendalam mengenai pemahaman delapan aksi konvergensi, alur pelaporan, serta penggunaan sistem informasi Website Bangda yang menjadi platform utama dalam pemantauan dan evaluasi program penanganan stunting. Dalam sesi praktik, peserta dilatih untuk menginput data, mengunggah dokumen pendukung, serta melakukan verifikasi dan validasi informasi agar pelaporan lebih akurat dan konsisten.
Para peserta dari Kecamatan Kayan Hilir menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti Bimtek. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala teknis yang sering dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan jaringan internet, ketidaksamaan data antarinstansi, serta tantangan dalam memastikan kelengkapan dokumen aksi konvergensi. Narasumber kemudian memberikan penjelasan teknis, panduan langkah demi langkah, serta solusi praktis yang dapat diterapkan oleh operator di kecamatan.
Selain pelatihan teknis, narasumber dari Bappeda dan perangkat daerah lainnya juga menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Mereka menegaskan bahwa konvergensi program harus dimulai dari tingkat kecamatan hingga desa, dengan fokus pada sasaran prioritas seperti ibu hamil, bayi di bawah dua tahun, serta keluarga yang membutuhkan intervensi gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan dasar. “Kecamatan memegang peran penting sebagai penghubung antara kebijakan kabupaten dan pelaksanaan di desa. Karena itu, penguatan kapasitas di tingkat kecamatan menjadi sangat krusial,” jelas narasumber.
Dengan mengikuti kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir berharap dapat meningkatkan kualitas pelaporan serta efektivitas dalam memonitor pelaksanaan aksi konvergensi di wilayahnya. Mereka berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola data dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas, serta mitra pembangunan lainnya.
Kegiatan Bimtek dan desk operator Website Bangda ini diharapkan mampu memperkuat peran kecamatan dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting, serta mendorong terciptanya sinergi yang lebih solid dalam mencapai target penurunan stunting Kabupaten Sintang pada tahun 2025. Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir menyatakan siap mendukung penuh upaya ini demi mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

