Kadis Porapar Sintang Hendrika Ikuti Rapat Bersama BKSDA Bahas Pelestarian Hutan Wisata

Upaya pelestarian kawasan wisata alam di Kabupaten Sintang kembali diperkuat melalui pertemuan koordinasi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Sintang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Sintang.

Dalam rapat yang digelar pada Jumat, 21 November 2025 di Ruang Rapat BKSDA Sintang, Kepala Dinas Porapar Sintang, Hendrika, hadir langsung untuk membahas langkah strategis pengelolaan dan perlindungan hutan wisata yang berada dalam wilayah Kabupaten Sintang.
Pertemuan tersebut menjadi forum penting dalam menyelaraskan program pemerintah daerah dengan kebijakan konservasi nasional. Hutan wisata di Sintang, yang menjadi aset ekologis sekaligus destinasi wisata, memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan kualitas udara, serta menjadi ruang rekreasi dan edukasi bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hendrika menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat berkomitmen menjaga keberlanjutan kawasan wisata alam. Menurutnya, pelestarian hutan wisata bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Kawasan wisata alam harus kita kelola dengan bijak. Pelestarian lingkungan adalah fondasi utama agar sektor pariwisata kita bisa berkembang secara berkelanjutan. Kami ingin agar destinasi wisata berbasis alam di Sintang tetap terjaga, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Hendrika dalam rapat.

Pihak BKSDA Wilayah Sintang memaparkan kondisi terbaru hutan wisata, termasuk tantangan yang dihadapi seperti ancaman kerusakan vegetasi, potensi perburuan satwa, dan tekanan aktivitas manusia di sekitar kawasan. Mereka juga mengusulkan perlunya penguatan pengawasan, penyediaan sarana edukasi lingkungan, serta peningkatan kolaborasi antarinstansi.

Rapat tersebut membahas sejumlah poin kerja sama, antara lain:

penguatan program konservasi dan edukasi lingkungan kepada masyarakat,

pengembangan wisata alam berbasis pelestarian,

peningkatan pengawasan bersama terhadap kawasan konservasi,

rencana penyusunan paket wisata edukatif yang tetap menjaga kelestarian hutan,

serta dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan.

Hendrika menyampaikan bahwa Porapar Sintang siap mendukung langkah BKSDA untuk menjaga kawasan hutan wisata, terutama melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan.

“Kami akan mengoptimalkan peran kelompok sadar wisata dan melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan wisata. Sinergi antara pemerintah, BKSDA, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan kawasan ini,” tambahnya.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan pemantauan lapangan serta penyusunan rencana aksi bersama yang lebih terstruktur dalam waktu dekat. Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan wisata sebagai aset penting bagi Sintang.

RELATED POSTS
FOLLOW US