Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Sintang Masih Jadi Perhatian Serius

Posted by : seputari Mei 22, 2025

SINTANG – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sintang masih menjadi sorotan serius bagi berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan. Meski terjadi penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu, namun data per April 2025 menunjukkan bahwa persoalan ini belum sepenuhnya teratasi.

Menurut data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, hingga April 2025 telah tercatat 1 kasus kematian ibu saat proses persalinan, dan sebanyak 25 kasus kematian bayi. Angka ini dinilai masih cukup tinggi, terutama untuk kasus kematian bayi, yang kerap kali menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pelayanan kesehatan dasar, termasuk akses terhadap layanan persalinan yang aman dan memadai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Hermaini, mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian ibu biasanya berkaitan dengan komplikasi saat melahirkan, seperti pendarahan hebat, hipertensi dalam kehamilan, serta keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan. Sementara itu, kematian bayi umumnya disebabkan oleh kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta infeksi yang tidak tertangani secara cepat.

“Masih ada tantangan besar yang kita hadapi, terutama dalam hal pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau. Tenaga kesehatan terbatas, belum semua desa memiliki bidan tetap, dan transportasi darurat ke rumah sakit masih jadi kendala utama,” jelas Edy dalam wawancara dengan media pada Kamis (22/5).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus menggencarkan program pencegahan melalui edukasi bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, serta memperkuat peran posyandu dan puskesmas dalam deteksi dini risiko kehamilan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah tidak tinggal diam melihat persoalan ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang.

“Kita sudah anggarkan untuk penambahan ambulans desa dan peralatan medis di puskesmas. Kami juga menjalin kerja sama dengan organisasi non-pemerintah untuk memperkuat edukasi masyarakat, terutama di daerah terpencil,” ujar Ronny.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih proaktif dalam memeriksakan kehamilan dan membawa anak untuk imunisasi rutin. Pemerintah daerah menargetkan penurunan AKI dan AKB secara bertahap setiap tahunnya dengan strategi kolaboratif yang melibatkan lintas sektor.

Persoalan kematian ibu dan bayi bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta dalam menanggulangi persoalan ini.

Dengan langkah-langkah yang terus ditingkatkan dan perhatian serius dari semua pihak, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat. (Red)

RELATED POSTS
FOLLOW US